Personal Branding di Sosial Media
Personal
Branding di Sosial Media
(Krisandi Sujana, Penerima Beasiswa Eka Tjipta Foundation) Menjadi Selebgram, Youtuber, TikTokers yang terkenal sudah pasti menjadi mimpi sebagian besar orang, dapat dikenal banyak orang dan bisa bekerja dengan mempromosikan produk atau bisnis melalui media sosial dan mendapatkan pemasukan hanya dengan melalui Handphone dan aplikasi saja, juga merupakan impian sebagian besar orang terutama para remaja yang menuju dewasa termasuk saya sendiri dan ini juga yang menjadi alasan saya memilih Jurusan Manajemen Pemasaran dalam perkuliahan saya.
Pada 3 Mei 2018 saya
mengikuti Gathering Eka Tjipta Foundation 2018 SINARMAS dengan tema “Mengarungi
Era Digital” di Bandung. Dari sini saya memulai fokus pada permasalahan dunia
digital terutama media sosial Instagram dan Youtube dengan penjelasan yang luar
biasa dari Kak Nadia Mulya sebagai pembicara saat itu.
Namun dari garis besar
penjelasan Kak Nadia Mulya, saya sangat menangkap bahwa hal yang paling penting
adalah permasalahan Personal Branding. Ya Apa itu Personal Branding?
Personal branding adalah
praktik untuk mempromosikan diri, karir dan pencapaiannya sebagai sebuah merek.
Personal branding merupakan proses mengembangkan dan mempertahankan reputasi
dan kesan individu. Jadi bisa dikatakan jika
personal branding merupakan cara kamu dalam mempromosikan diri sendiri. Di sini
kamu ingin dikenal sebagai apa menjadi sangat penting. Ingat personal branding
menceritakan kisah kamu , dan kesan yang didapat orang dari reputasi kamu. Dalam
hal ini Ini keterampilan, pengalaman, dan kepribadian menjadi hal dasar tentang
bagaimana kamu membangun personal branding. Kamu harus mengkombinasikan
diantara ketiga hal tersebut untuk menciptakan diri kamu akan dikenal orang.
Saya menjalani dan mencoba menerapkan ilmu yang didapat dan selama 2 tahun berhasil mendapatkan pengalaman yang bisa saya jelaskan disini dengan bukti saat ini berhasil mendapatkan Followers TikTok (@chriswisconsin) hingga hampir 500.000 Pengikut serta 15 Juta Like, Instagram (@krisandisujana) 20.000 Pengikut, Youtube (Ane Krisandi Sujana) 3000 Pengikut dengan beberapa video youtube berhasi tembus hingga 400.000 penonton. Memang tidak besar tetapi saya berusaha menjelaskan apa yang saya dapat melalui personal branding.
1.
Pilih Media yang
Tepat
2020 ini Media Sosial menjadi terbentuk
kelompoknya masing-masing, ada Facebook yang sekarang sebagian besar diisi oleh
para Orang Tua karena Para remaja dan anak muda sudah mulai meninggalkan
Facebook, Instagram yang sebagian besar diisi oleh remaja muda dan orang dewasa
disini juga gudangnya para influencer dan selebriti baru, ada Youtube yang bisa
masuk semua kalangan, ada Twitter yang sebagian besar diisi oleh remaja
perkotaan, dan TikTok yang kebanyakan diisi oleh anak-anak muda, dan remaja.
Instagram, jika kamu suka mengabadikan momen hidup dalam
bentuk photo atau video, Instagram adalah media yang cocok untuk kamu.
Instagram bisa dibilang adalah tempat untuk orang “narsis” atau “memamerkan
sesuatu” semua orang berlomba-lomba mendapatkan photo yang bagus untuk
instagram dan hampir semua kalangan bermain Instagram tetapi kebanyakan adalah
pengguna usia muda seperti remaja atau usia yang baru masuk tahap dewasa awal. Tetapi
kamu harus berjuang lebih keras agar menjadi “Selebgram” saat ini karena Instagram
adalah tempat yang paling sulit untuk terkenal karena seperti istilah “Red
Ocean” disini persaingan terlalu banyak dan keras bahkan dengan kamera mahal
atau tempat bagus dalam postingan kamupun tidak terlalu menjamin. Intinya kamu
harus konsisten dengan tema yang kamu ambil disini seperti semua postingan
dengan warna senada, photo HD, photo pada kegiatan tertentu atau di tempat
tertentu, dan hindari photo selfie (Memegang Photo dan memfoto wajah sendiri)
yang berlebihan sebetulnya boleh sekali atau dua kali dalam waktu tertentu tapi
usahakan jarang karena kebanyakan orang lain tidak suka melihat hal ini,
perbanyak photo yang sedang bersama-sama dengan orang lain dan tetap posting
sesuatu yang berbau positif atau informasi yang bermanfaat untuk orang lain.
Facebook, jika kamu suka menulis
status “mencurahkan isi hati” atau keadaan hari-hari dan perasaan kamu setiap
hari baik dalam keadaan sedih maupun bahagia, Facebook adalah tempat yang cocok
untuk kamu. Namun sebagian besar para remaja dan dewasa produktif awal sudah
mulai meninggalkan Facebook dan beralih ke Instagram dan TikTok. Facebook saat
ini kebanyakan digunakan oleh kalangan Orang Tua seperti Ibu-ibu dan
Bapak-bapak masih ada Anak muda namun tidak sebanyak dulu. Di Facebook untuk
saat ini kamu agak sulit untuk terkenal dengan menonjolkan “siapa kamu” kecuali
jika kamu merupakan Admin dari salah satu Grup Facebook yang ramai atau Seleb
dari Aplikasi lain.
Youtube, Jika kamu senang merekam dan
mengedit video dengan jangka waktu yang lama, Youtube adalah tempat yang tepat.
Pengguna Youtube berasal dari semua kalangan usia. Untuk menjadi Youtuber
sebetulnya mudah kuncinya kamu hanya perlu konsisten upload video ”berkualitas”
pada konten yang kamu tekuni. Hanya saja berdasarkan pengalaman proses menjadi
Youtuber adalah yang paling berat dibanding Aplikasi lain. Karena di Youtube
kita membutuhkan banyak waktu untuk merekam video dan mengedit video. Apalagi
kita juga harus memahami cara-cara mengedit video. Pastinya ini yang paling
menguras pikiran dan tenaga serta waktu sehingga banyak orang yang menyerah
ditengah jalan padahal memiliki potensi yang besar. Untuk itu jika kamu ingin
menjadi Youtuber kuncinya kamu harus yakin untuk berkomitmen, diperkuat dengan saran
dari semua Youtuber juga yang paling penting adalah “komitmen”.
Twitter, Pengguna twitter memang
tidak sebanyak aplikasi lain tetapi pengguna twitter kebanyakan adalah
berisikan Anak-anak muda yang memiliki pemikiran “kritis” dan “bijak” dalam
konteks apapun. Serta untuk kutipan kehidupan sehari-hari yang dapat memotivasi
hidup Twitter adalah tempatnya, kekurangannya aturan di Twitter tidak ketat
mengenai “konten dewasa” sehingga setiap orang bisa menonton “itu” tanpa adanya
aturan dan halangan. Kemudian agak sulit untuk menjadi terkenal di Twitter saat
ini kecuali kalau kamu adalah “seleb” dari aplikasi lain tetapi hal itupun juga
tidak 100% menjamin. Ada cara seperti Semakin kamu kritis dan berpemikiran
kekinian di twitter kamu akan semakin bisa diterima di Dunia twitter. Tetapi twitter
tidak hanya berisikan hal yang berbau serius, mereka juga punya ckamuannya
sendiri yang berbeda dibanding aplikasi lain atau istilahnya “Jokes Elite” yang
kadang Pengguna dari aplikasi lain tidak mengerti ckamuan yang berasal dari
Twitter.
TikTok, Saat ini TikTok adalah
platform yang paling banyak digunakan di dunia bahkan menjadi Aplikasi nomor 1
saat ini mengalahkan Aplikasi lainnya. Pengguna TikTok kebanyakan berasal dari Anak
Muda, Remaja, dan Dewasa Awal. TikTok adalah Platform yang paling mudah
menjadikan kamu orang yang terkenal, kenapa? Karena Algoritma TikTok yang
berbeda dibanding Aplikasi lainnya yang keunggulannya “semua orang” mempunyai
kesempatan yang sama untuk menjadi terkenal. Algoritma TikTok memberi
kesempatan video kamu untuk disebar ke orang-orang secara random jika
orang-orang menonton sampai akhir, like dan komen di video kamu maka TikTok
akan menyebarkannya kembali kepada orang-orang lainnya begitu seterusnya. Kecuali
jika orang-orang tidak menyukai video kamu maka video kamu tidak akan tersebar.
Dan biasanya jika video kamu disukai orang-orang pengguna TikTok dikenal dengan
pengguna yang “ramah” mereka akan dengan mudahnya mem follow akun kamu jika
mereka menyukai video kamu. Tetapi kekurangannya karena semua orang memiliki
kesempatan yang sama maka “persaingan”pun juga semakin tinggi. Kunci untuk
bertahan di TikTok adalah kamu harus berbeda daripada yang lain menonjolkan apa
kelebihan kamu pada konten kamu sehingga kamu dikenal dengan julukan tertentu
di TikTok oleh orang-orang.
2. Temukan dan Posting konten sesuai passion kamu
Kamu ingin dikenal banyak
orang sebagai apa? Untuk semua Platform dan Aplikasi hal ini sangat berlaku bahkan juga di
Dunia nyata sekalipun. Jika Personal Branding kamu ingin berhasil menjadi orang
terkenal di Media Sosia kamu harus konsisten dengan passion kamu, hal yang
harus dijauhkan adalah “Memposting Konten Random” kamu memposting hal-hal
secara acak dari berbagai bidang, ini tidak salah namun sebagian besar orang
melakukan hal ini dan ini adalah kesalahan terbesar mengakibatkan Orang akan
bingung dengan pertanyaan “Kamu ini siapa?” karena kamu tidak memiliki “Ciri
khas” sendiri.
Instagram, di Instagram kamu bisa
memilih untuk menjadi “selebgram” yang seperti apa? Kebanyakan orang di
Instagram sangat mementingkan kualitas dan ciri khas Photo dan Video yang kamu
punya semakin berkualitas bagus untuk Photo dan Videonya semakin banyak orang
yang tertarik tapi jika permasalahan peralatan yang tidak terlalu bagus bisa di
kuatkan dari kualitas konten apa yang dibawakan. Apapun kontennya tunjukan apa
ciri khas kamu seperti Kata-kata, filter yang dipakai, Tema, atau pembawaan
kamu. Adapun konten yang ramai bisa kamu pilih di Instagram seperti :
a. Jalan-jalan.
b. Kuliner.
c. Kegiatan sehari-hari.
d. Fashion and Beauty.
e. Aktivitas Sosial.
f. Informatif.
g. Clip Drama (Bisa semua
Genre)
h. Meme atau Comedy
i.
Konten editing untuk Photo atau Video
j.
Bakat dan keahlian
k. Bisnis, dll
Facebook, di Facebook agak sulit kamu untuk memiliki ciri
khas karena hampir semua konten tidak memiliki adanya perbedaan karena tampilan
facebook yang berbeda dibanding yang lain. Tetapi kamu bisa fokus dan mencoba
untuk konten yang ramai di Facebook dan bisa memiliki potensi disini yaitu :
a. Informasi dan Berita
b. Meme dan Komedi
c. Bisnis
Youtube, disini kamu tidak perlu menekankan adanya ciri
khas walaupun itu tetap penting kuncinya hanyalah “konsisten” kamu bisa dengan
mudah menjadi diri sendiri disini dan menjalani passion kamu. Jika kamu
menjalaninya tidak sesuai passion kamu, dijamin kamu tidak akan bertahan lama
karena proses pembuatan konten disini yang sangat berat dibanding platform yang
lain. Adapun konten yang sangat ramai di Youtube yang bisa kamu pilih adalah :
a. Games
b. Vlog
c. Review atau Unboxing
d. Jalan-jalan
e. Kuliner
f. Music
g. Informasi dan berita
h. Fashion and Beauty
i.
Movie atau Drama
Twitter, disini kamu dapat
berpendapat apa saja yang kamu suka dengan syarat masih ada aturan norma yang
ada. Sebagian besar jika kamu mau berhasil di twitter adalah kamu harus “kritis”
terhadap hal apapun dan berusaha untuk mempengaruhi orang-orang untuk
bersependapat dengan kamu atau setidaknya kamu menyuarakan hak kamu kepada
orang-orang. Adapun konten yang dapat kamu pilih di twitter adalah :
a. Pendapat dan Opini
b. Quotes kehidupan
c. Informasi dan berita
d. Meme dan Komedi
TikTok, disini kamu bisa menjadi
konten creator random kamu bebas memilih genre apapun tetapi akan sangat baik
jika kamu konsisten terhadap 1 Konsep Genre saja karena di TikTok setiap orang
memiliki kesempatan yang sama tetapi pemenangnya adalah siapa yang lebih beda
dibanding yang lainnya dan siapa yang lebih konsisten dengan genre yang dia
jalani. Adapun konten yang dapat kamu pilih di TikTok adalah :
a. Meme, Parodi, Komedi.
b. Dance.
c. Story Time
d. POV (Drama)
e. Pendapat dan Opini.
f. Informasi dan berita.
g. Kuliner.
h. Jalan-jalan.
i.
Review dan Unboxing.
j.
Fashion and Beauty.
k. Konten Editing Video.
l.
Bakat dan keahlian.
m. Bisnis.
3. Ikuti akun-akun yang menginspirasi dan kamu sukai
Berlaku untuk semua Platform, Setiap Aplikasi
akan membaca setiap aktivitas kamu seperti kamu menonton apa, menyukai apa,
mencari apa dan lainnya sehingga Algoritma akan membuat akun kamu juga di sebar
luaskan di pengguna lain dengan yang satu frekuensi dengan kamu.
Sehingga ini sangat penting misal jika kamu genre
komedi ikutiah atau follow akun-akun lain yang komedi juga karena kamu akan
masuk kedalam lingkaran pasar yang tepat dan algoritma robot tidak akan salah
menyebarkan video kamu ke pasar penonton yang mana, selain itu ini juga bisa
memberikanmu inspirasi dalam kamu berkonten.
4. Nama yang sama untuk setiap Aplikasi Sosial Media
Berlaku untuk semua Platform, Kamu dapat
mendeskripsikan siapa diri Kamu yang sebenarnya. Gunakan informasi dan foto
asli Kamu. Jangan menggunakan nama-nama yang bukan merupakan informasi diri
Kamu atau bisnis kamu, seperti menggunakan nama dan foto artis. Penggunaan nama
yang sama ini berlaku untuk semua sosial media yang Kamu punya, agar setiap
orang yang ingin mencari informasi tentang Kamu di Facebook, YouTube, Twitter,
Instagram, atau LinkedIn lebih mudah ditemukan. Dengan melakukan langkah ini
saja, Kamu sudah melakukan personal branding untuk nama Kamu sendiri.
5. Memperbarui atau posting yang berkala
Aktivitas
posting pada waktu yang tepat, biasanya untuk semua Sosial Media jam 12 Siang,
Jam 4 Sore dan Jam 8 Malam merupakan waktu yang tepat untuk posting konten ke
publik karena pada jam inilah Orang-orang sangat banyak yang berseluncur di
Media Sosial tetapi memposting terlalu banyak dalam sehari juga akan menganggu
orang lain sehingga ada batasan perharinya misalnya :
Instagram, Posting sehari minimal 1
Postingan dan Maksimal 5 Postingan dengan jarak waktu minimal 1 jam antar Photo/Video
dan untuk Insta Story tidak ada batasan jumlah (bila banyak usahakan didalamnya
dalam konteks yang berbeda-beda agar penonton tidak bosan) Lalu jelaskan siapa
diri kamu dalam bio sehingga orang yang melihat profil kamu mengerti kamu
adalah orang yang bagaimana dalam garis besarnya.
Facebook, Posting sehari minimal 1
Postingan dan Maksimal 10 Postingan dengan jarak waktu minimal 1 jam antar status
dan untuk Story FB tidak ada batasan jumlah (bila banyak usahakan didalamnya
dalam konteks yang berbeda-beda agar penonton tidak bosan) Lalu jelaskan siapa
diri kamu dalam bio sehingga orang yang melihat profil kamu mengerti kamu
adalah orang yang bagaimana dalam garis besarnya.
Youtube, Posting sehari minimal 1 Video
dan Maksimal 3 Video dengan jarak Pagi, Siang, Malam dan untuk Story Youtube
tidak ada batasan jumlah (bila banyak usahakan didalamnya dalam konteks yang
berbeda-beda agar penonton tidak bosan) Lalu jelaskan siapa diri kamu dalam banner
dan setiap postingan video kamu sehingga orang yang melihat profil kamu
mengerti kamu adalah orang yang bagaimana dalam garis besarnya.
Twitter, Postingan Twit boleh banyak
sesuai kebutuhan karena semakin sering kamu twit maka kamu akan semakin di
kenal orang tapi usahakan beri jarak waktu untuk setiap twit (bila banyak
usahakan didalamnya dalam konteks yang berbeda-beda agar penonton tidak bosan)
Lalu jelaskan siapa diri kamu dalam bio sehingga orang yang melihat profil kamu
mengerti kamu adalah orang yang bagaimana dalam garis besarnya.
TikTok, Posting sehari minimal 1 Video
dan Maksimal 3 Video dengan jarak waktu Pagi, Siang, Malam antar video, Lalu
jelaskan siapa diri kamu dalam bio sehingga orang yang melihat profil kamu
mengerti kamu adalah orang yang bagaimana dalam garis besarnya.
6. Bergabung dengan grup / komunitas
Komunitas adalah salah satu tempat
menimba dan membagikan ilmu yang sudah kamu miliki. Bergabung dengan komunitas
atau grup yang memiliki visi sama dengan kamu, tentu akan menambah
wawasan dan memperluas jaringan Kamu. Pastikan Kamu sering mengajukan
pertanyaan dalam grup tersebut agar orang-orang mengetahui bakat dan personal Kamu.
Lakukan interaksi sebanyak mungkin
dengan orang-orang yang punya visi dan misi yang sama dengan Kamu. Cobalah
sesekali untuk sekadar "say hi" kepada
orang-orang, terutama yang Kamu anggap sebagai role
model di sosmed. Besar kemungkinan mereka akan melihat profil Kamu
dan merekomendasikan diri Kamu ke orang lain.
7. Maksimalkan Sosial Media untuk kegiatan Positif
Beragam sosial media yang ada saat ini hendaknya dimanfaatkan untuk silaturahmi, jualan online, menambah teman atau relasi, berbagi informasi lowongan kerja, dan hal positif lainnya. Jangan dipakai untuk menyebar hoaks, bullying, sampai tindak kejahatan lain yang dapat merugikan diri Kamu. Sebetulnya untuk tindakan negatif juga bisa digunakan untuk personal branding kamu dengan menjadi “Public Enemy” namu hal ini akan banyak memiliki dampak buruk untuk masa depan kamu untuk hal apapun.

Komentar
Posting Komentar